Pa
How High Do You Want To Get Today ? * oleh : Donny B.U. ** "Dicari, tersangka pelaku tindak pidana narkoba : IWAN, 36 Th, Laki laki, Indonesia, Islam, Alamat Tempat Nongkrong Jl. Bulungan Raya Keb Baru Jak Sel. Kulit sawo matang, rambut hitam lurus, hidung biasa, tinggi 160 Cm", demikian yang terpampang di situs www.narkoba-metro.org, sebuah situs milik Yayasan Narkoba Metro, underbow dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Canggih? Boleh jadi. Updated? Belum tentu. Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus narkoba tersebut adalah untuk periode tahun 2000 - 2001, dengan 61 nama orang di dalamnya. Entah apakah mereka sudah ditangkap apa belum, bagaimana data DPO tahun-tahun berikutnya, tidak ada penjelasan. Jadi, bagi pemilik nama Iwan dengan postur tubuh yang mirip identifikasi di atas , jangan sembarangan nongkrong di daerah Bulungan. Bisa-bisa Anda dicurigai sebagai pengedar narkoba! Kebiasaan buruk memang, malas melakukan update atas isi dari sebuah situs. Ada pula situs http://www.kliknarkoba.com, ini dimiliki langsung oleh Direktorat Reserse Pidana Pidana Narkoba Mabes Polri. Setali tiga uang-lah dengan rekan sejawatnya, situs ini pun tidak terlalu peduli dengan keterbaharuan informasi. Lihat saja, angka statistik yang tersedia hanyalah dari tahun 1997 - 2001. Bahkan arsip berita dari Polda se-Indonesia, termasuk dari DKI, masih kosong melompong sejak situs tersebut dibuat pada tahun 2001. Ya, mudah-mudahan kedua situs tersebut bukan cerminan keseriusan aparat kita menggasak peredaran narkoba di tanah air. Dan kini, tahukah Anda bahwa kini transaksi narkoba sudah biasa dilakukan di Internet? Ini bukan lagi cerita fiksi. Bahkan PBB sejak tahun lalu sudah mewanti-wanti umat di dunia, bahwa peningkatan transaksi narkoba dari via Internet sudah pada taraf yang menguatirkan. Heroin, ekstasi dan kokain siap dipesan di sejumlah situs di Internet. Asal telaten mencari via search engine saja. Tidak heran, karena produsen narkoba-nya saja sudah lama melek teknologi. Alkisah sembilan tahun yang lalu di sebuah kota di Cali - Colombia, sepasukan anti-narkotika setempat menggrebek sebuah kondominium yang diduga sebagai sarang produsen kokain, milik bos kartel José Santacruz Londono. Tidak ada dar-der-dor saat itu, dan bahkan tidak ada serbuk kokain yang berceceran di lantai, seperti yang mereka duga sebelumnya. Terkejutlah mereka ketika melihat isi kondo tersebut, karena didalamnya tak ubah sebagai sebuah pusat komputer berteknologi canggih. Fasilitasnya antara lain sebuah komputer mainframe IBM AS400 yang saat itu bernilai US$ 1,5 juta, yang biasanya hanya terdapat di bank-bank besar. Selain itu, terdapat pula sejumlah komputer yang terhubung dengan mainframe tersebut dan dioperasikan secara bergantian oleh 4 hingga 6 ahli komputer yang bertugas. Bayangkan, itu saja sembilan tahun yang lalu. Kurang lebih setahun yang lalu, tepatnya November 2002, aparat negeri jiran Singapura menangkap sebuah sindikat beranggotakan lima orang, termasuk seorang remaja berusia 18 tahun, lantaran mereka melakukan transaksi jual beli pil ekstasi melalui media chatroom di Internet. Modus operandinya klasik, yaitu mereka bergabung ke sebuah chatroom yang ramai dikunjungi, melihat-lihat situasi sejenak, dan sejurus kemudian mereka mulai menawar-nawarkan barang dagangan mereka. Begitu ada yang tertarik, transaksi pun dilakukan. Untungnya, pas kebetulan salah seorang anggota tim Biro Narkotik Pusat Singapura sedang menyamar sebagai user biasa di chatroom tersebut, dan berhasil menangkap transaksi tersebut. Maka dapat terlacaklah keberadaan sindikat tersebut. Omong-omong soal Internet sebagai "kantung doraemon" informasi, saya terkadang kagum dengan kemampuannya menampilkan informasi yang kadang tak terduga. Artikel yang sedang Anda baca ini, sepenuhnya mengandalkan search engine. Nah saat sedang iseng klak-klik mouse ke beberapa link, saya menemukan sebuah situs yang cukup menarik, www.drugs-plaza.com/recipes.htm. Mungkin Anda sudah tahu bahwa sebenarnya ganja (mariyuana) pada awalnya lebih dikenal sebagai daun penyedap masakan. Ya sekelas dengan daun jeruk dan daun salam yang ada banyak terdapat di dapur. Nah, di situs tersebut ada sejumlah resep masakan, dari pasta, brownies, cake, dan lain-lain yang salah satu bahan dasarnya menggunakan ganja. Sayangnya, situs tersebut juga memberikan informasi tentang bagaimana meracik, menghisap dan menanam ganja! Jadi, situs ini tampaknya termasuk situs yang dilarang di Indonesia. Setelah ngubek-ngubek sekian lama di Internet, akhirnya saya menemukan sebuah situs berbahasa Indonesia ala anak muda yang isinya antara lain tentang style per-ganja-an. Tahukah Anda, setidaknya terdapat 9 (sembilan) jenis melinting ganja (cimenk, dalam bahasa prokemnya)? Dan tahukah Anda bahwa tiap-tiap lintingan tersebut mencerminkan jati diri dan kepribadian yang pelintingnya? Tidak percaya? Silakan kunjungi situs http://www.malesbanget.com/artikel/kusir/jns/jns.php. Ada jenis lintingan "Slim Lady", menandakan orangnya romantis, perasa, sangat sensitif, tetapi pekerja keras. Ada pula jenis "Big Fat Mama", yang berarti pelintingnya orang yang simpel, ingin mencapai tujuan dengan cepat dan singkat. Selain itu, situs ini juga menggelar informasi yang beragam seputaran cimenk, semisal tips menikmati dan menikmati cimenk serta teknik membuat bong (alat penghisap cimenk) bermodalkan botol plastik bekas Coca-cola, pulpen Pilot bekas dan bekas kertas timah permen karet Lotte. Kreatif? Tentu. Kriminil? Tunggu dulu. Mereka menuliskan pesan berikut di situs mereka : "Kami tidak bertanggung jawab atas hasil yang didapatkan dari website kami. Apapun yang ada di dalam website ini hanyalah opini atau ekspresi para penulisnya. Kami tidak membujuk, menyarankan, atau memaksa pembaca untuk setuju atau mengikuti kami". Jadi? Jadi, ya akhirnya Internet memang sumber segala informasi. Yang pasti, situs yang lebih variatif dan up-to-date kontennya akan jauh lebih menarik untuk dikunjungi, ketimbang situs yang basi. Tidak peduli, apakah muatannya bernilai positif atau sebaliknya, menurut norma yang berlaku. Kita memang akhirnya yang bisa memilih informasi di Internet yang memang benar-benar kita butuhkan. Sekedar mencoba membantu, situs http://cybermed.cbn.net.id/pusatrehabilitas.asp dapat menjadi guidance bagi Anda yang membutuhkan informasi tentang pusat rehabilitasi narkoba yang ada di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan bermanfaat. *) diambil dari slogan situs www.marihuana.com **) Penulis adalah Koordinator ICT Watch dan jurnalis TI independen. Dapat dihubungi melalui e-mail donnybu@ictwatch.com. Tulisan ini pernah dimuat oleh majalah Djakarta!, Februari 2004. Tulisan ini bebas dikutip asal menyebutkan sumbernya.