Pa
Lab Komputer Sekolah Anak Jalanan oleh : Donny B.U. * Setelah berjalan selama kurang lebih 1 (satu) tahun, Lab Komputer Sekolah Anak Jalanan (lab saj) yang berlokasi di komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) - Jakarta Pusat tersebut, kini menjadi salah satu aktifitas yang open source. Maksudnya, lab saj tersebut, yang merupakan salah satu unit pendidikan di bawah manajemen Sekolah Anak Jalanan (SAJ) secara umum, kini menjadi "milik bersama" komunitas telematika Indonesia, untuk dikembangkan dan diasuh bersama. Tentu saja, dengan konsep open source tersebut, diharapkan setiap contoh manajemen, contoh modul pembelajaran, contoh mekanisme perekrutran relawan dan siswa, dapat di copy-paste secara bebas oleh siapapun dan dari manapun. Sehingga, akan dapat muncul lab saj - lab saj lainnya di daerah lain, dengan mengembangkan dan memanfaatkan potensi lokal. Saat ini, lab saj tersebut telah memiliki sarana belajar yang sederhana, sumbangan dari para donatur. Sarana belajar tersebut yaitu 6 buah PC bekas dengan prosesor Pentium I dan Pentium II dengan memori 16 MB dan 32 MB. 3 di antara PC tersebut tidak memiliki harddisk, sehingga disambungkan melalui jaringan ke sebuah PC server Pentium III. Sedangkan 3 PC lainnya memiliki harddisk masing-masing sekitar 6 GB. Selain itu, 3 monitornya adalah hitam-putih, dan 3 monitor lainnya berwarna. Beberapa pihak yang pada awal pendirian lab saj membantu pengadaan perangkat belajar tersebut antara lain Bank Bali cabang Bintaro, SMK Jaya Wisata II Kalimalang - Jakarta, Agustinus Sutandar (PT Corexindo), Soegiharto Santoso / Hoky (ATMcom/ Masterdata), rekan-rekan dari Jaringan Informasi Sekolah (JIS) Jakarta, OTO MultiArtha (www.oto.co.id) dan ICT Watch (www.ictwatch.com) Pada prinsipnya, tujuan yang paling utama dari lab saj adalah ingin mengenalkan materi-materi yang sifatnya pengenalan komputer kepada siswa didik. Mengapa baru sebatas pengenalan? Karena para relawan menyadari bahwa sistem pengajaran di lab saj ini memiliki beberapa keterbatasan, baik keterbatasan yang sifatnya infrastruktur (ruang belajar, sarana belajar, dan sebagainya) maupun keterbatasan lainnya (latar belakang siswa didik yang beragam, keterbatasan sdm relawan pengajar, dan sebagainya). Fokus pelatihan kita adalah kelompok secara usia akan lebih merasakan manfaat dari pelajaran pengenalan komputer yang mereka terima, yaitu kelompok usia smp, sma dan mereka di usia pra-remaja dan remaja yang telah putus sekolah. Berdasarkan pengalaman para relawan sebelumnya, pelajaran yang akan diberikan kepada mereka adalah hal-hal yang dapat membantu aktifitas belajar-mengajar mereka di sekolah, ataupun dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan mereka sehari-hari, sebagai modal dasar dalam bekerja atau mencari kerja. salah satu mata pelajaran komputer tersebut adalah piranti lunak aplikasi perkantoran. Tentu saja, selain belajar komputer, para siswa didik tersebut juga mendapat berbagai macam pengetahuan lainnya dari unit pendidikan SAJ lainnya, semisa bahasa Inggris, musik, matematika, budi pekerti, dan sebagainya. Sebenarnya yang belajar di lab saj tersebut tidak dibatasi. tidak pula harus anak jalanan, tetapi dapat pula anak-anak yang rentan menjadi anak jalanan, anak putus sekolah, anak dari keluarga kurang mampu, dan sebagainya. Jadi, siapapun siswa di saj, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di komputer lab saj. Intinya, siapapun dapat memanfaatkan dan mengikuti pelatihan komputer di lab saj tersebut. Ada beberapa hal yang menjadi harapan para relawan terhadap siswa didiknya, yaitu : - bagi yang masih sekolah, mereka bisa mendapatkan keuntungan semisal dapat memahami komputer, yang mungkin teman-teman mereka yang lebih mampu malah belum dapatkan. - kemampuan mereka mengenal/mengoperasikan komputer diharapkan akan membantu aktifitas mereka dalam proses belajar-mengajar dan berorganisasi, dan di lain pihak hal ini dapat pula meningkatkan rasa percaya diri mereka diantara teman-teman mereka. - bagi yang putus sekolah, mudah-mudahan pengetahuan yang mereka dapat bisa bermanfaat sebagai bekal mereka mencari pekerjaan atau ketika mereka bekerja nantinya. - selain itu, dengan adanya kesibukan belajar komputer, sedikit-banyak hal tersebut bisa menjauhkan mereka dari aktifitas-aktifitas yang negatif. Bagaimana dengan ketersediaan relawannya? Sebenarnya tenaga pengajarnya dapat dari mana saja dan siapa saja, khususnya mereka yang memiliki niatan untuk membantu memberdayakan anak-anak dan para remaja dari keluarga yang kurang mampu, khususnya pemberdayaan dalam bidang komputer. Para relawan ini bergabung di mailing-list labsaj@groups.or.id untuk berdiskusi dan menyusun langkah-langkah implementasi pemelajarannya. Milis ini pun terbuka untuk umum dan cara subscribenya adalah kirim e-mail ke labsaj-subscribe@groups.or.id Rencana pengembangan lab saj kedepannya adalah : - meningkatkan infrastruktur yang telah dimiliki oleh lab saj, misalnya berupa perangkat komputernya, ruangan labnya, dan sebagainya - menyusun modul pembelajaran yang tepat guna bagi siswa didik - meningkatkan manajemen dan dan metode belajar-mengajar Adapun tujuan jangka panjang dari lab saj ini adalah : - memberikan kesempatan memperoleh pengetahuan (khususnya komputer) kepada seluruh lapisan masyarakat (khususnya dari kelas menengah ke bawah) - memberikan salah satu "bekal" kepada siswa didik agar tidak tertinggal dalam berbagai hal (pendidikan, pekerjaan, kepercayaan diri, dan sebagainya), dibandingkan dengan rekan-rekan mereka lainnya yang lebih mampu - menumbuhkan minat dan semangat gotong-royong dan kepedulian terhadap sesama, khususnya di komunitas telematika Indonesia - memberikan contoh (pilot project) tentang implementasi konseo ICT for Poverty, khususnya dalam hal membangun sebuah lab komputer swadaya masyarakat, agar dapat dicontoh dan dikembangkan pula di tempat lain oleh potensi lokal Tentu saja, sumbangsih dan peran serta komunitas telematika di Indonesia yang lebih luas lagi, dapat membantu mewujudkan cita-cita perjuangan lab saj milik kita ini. *) Penulis adalah Koordinator ICT Watch dan jurnalis TI independen. Dapat dihubungi melalui e-mail donnybu@ictwatch.com. Tulisan ini pernah dimuat oleh majalah Bisnis Komputer, Desember 2003. Tulisan ini bebas dikutip asal menyebutkan sumbernya.