Seperti
yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa larutan elektrolit di dalam
pelarutnya mempunyai kemampuan untuk mengion. Hal ini mengakibatkan
larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel yang lebih banyak
daripada larutan non elektrolit pada konsentrasi yang sama
Contoh:
Larutan
0.5 molal glukosa dibandingkan dengan iarutan 0.5 molal garam
dapur.
- Untuk larutan glukosa dalam air jumlah partikel (konsentrasinya)
tetap, yaitu 0.5 molal.
- Untuk larutan garam dapur: NaCl(aq) --> Na+ (aq)
+ Cl- (aq) karena terurai menjadi 2 ion, maka konsentrasi
partikelnya menjadi 2 kali semula = 1.0 molal.
Yang
menjadi ukuran langsung dari keadaan (kemampuannya) untuk mengion
adalah derajat ionisasi.
Besarnya derajat ionisasi ini dinyatakan sebagai:
a =
jumlah mol zat yang terionisasi/jumlah mol zat mula-mula
Untuk
larutan elektrolit kuat, harga derajat ionisasinya mendekati
1, sedangkan untuk elektrolit lemah, harganya berada di
antara 0 dan 1 (0 < a < 1).
Atas
dasar kemampuan ini, maka larutan elektrolit mempunyai pengembangan
di dalam perumusan sifat koligatifnya.
1.
Untuk Kenaikan Titik Didih dinyatakan sebagai:
DTb
= m . Kb [1 + a(n-1)] =
W/Mr . 1000/p . Kb [1+ a(n-1)]
n
menyatakan jumlah ion dari larutan elektrolitnya.
2.
Untuk Penurunan Titik Beku dinyatakan sebagai:
DTf
= m . Kf [1 + a(n-1)] =
W/Mr . 1000/p . Kf [1+ a(n-1)]
3.
Untuk Tekanan Osmotik dinyatakan sebagai:
p
=
C R T [1+ a(n-1)]
Contoh:
Hitunglah
kenaikan titik didih dan penurunan titik beku dari larutan 5.85
gram garam dapur (Mr = 58.5) dalam 250 gram air ! (bagi air, Kb=
0.52 dan Kf= 1.86)
Jawab:
Larutan
garam dapur, NaCl(aq) --> NaF+ (aq) + Cl-
(aq)
Jumlah ion = n = 2.
DTb
= 5.85/58.5 x 1000/250 x 0.52 [1+1(2-1)] = 0.208 x 2 = 0.416oC
DTf
= 5.85/58.5 x 1000/250 x 0.86 [1+1(2-1)] = 0.744 x 2 = 1.488oC
Catatan:
Jika di dalam soal tidak diberi keterangan mengenai harga
derajat ionisasi, tetapi kita mengetahui bahwa
larutannya tergolong elektrolit kuat, maka harga derajat ionisasinya
dianggap 1.