Tunning

Tuning dengan tujuan optimisasi kinerja adalah proses memodifikasi sebuah sistem untuk membuat beberapa aspek bekerja lebih efisien atau menggunakan sumber daya lebih sedikit. Dengan kata lain, tuning berarti mencari titik kelemahan dari suatu sistem dan memperbaikinya agar bisa jauh lebih baik lagi.

Tuning akan terpusat pada meningkatkan hanya satu atau dua aspek dari kinerja: waktu eksekusi, penggunaan memori, kapasitas disk, bandwith, konsumsi power, atau sumber daya lainnya. Namun peningkatan tersebut diimbangi dengan penurunan kinerja lainnya. Misalnya memperbesar ukuran cache mempercepat kinerja, namun meningkatkan penggunaan memori.

Salah satu contoh tuning yang biasa kita lakukan adalah defragment. Defragmentation (atau defragging) adalah proses mengurangi jumlah fragmentasi dalam file system. Defragmentation menyusun kembali konten-konten dalam disk dan menyimpan bagian-bagian kecil dari setiap file untuk tetap saling berdekatan. Defragmentation juga berusaha untuk membuat area untuk free space lebih besar dengan menggunakan compaction untuk menghalangi kembalinya fragmentasi. Beberapa defragmenter juga mencoba untuk menjaga file-file yang lebih kecil tetap berada dalam singel directory, karena mereka sering kali diaskes secara berurutan.

Selain untuk optimasi kinerja, Adalah mungkin untuk mendesain, mengkode, dan megimplementasikan sebuah sistem operasi khusus untuk satu mesin saja. Pada umumnya sistem operasi dirancang untuk dapat dijalankan pada berbagai jenis mesin, sistemnya harus dikonfigurasikan untuk setiap komputer. Proses ini terkadang disebut sebagai System Generation. Program Sysgen mendapatkan informasi mengenai konfigurasi khusus tentang sistem perangkat keras dari sebuah data, antara lain sebagai berikut: