Format

Disk adalah salah satu tempat penyimpanan data. Sebelum sebuah disk dapat digunakan, disk harus dibagi-bagi dalam beberapa sektor. sektor-sektor ini yang kemudian akan dibaca oleh penegendali pembentukan sektor-sektor ini disebut low level formatting atau physical formatting. low level formatting juga akan mengisi disk dengan beberapa struktur data penting seperti header dan trailer. Header dan trailer mempunyai informasi seperti nomor sektor, dan error correcting code(ECC). ECC ini berfungsi sebagai correcting code karena mempunyai kemampuan untuk medeteksi bit yang salah, menghitung nilai yang benar dan kemudian mengubahnya. ketika proses penulisan, ECC di update dengan menghitung bit di area data. pada proses pembacaan, ECC dihitung ulang dan dicocokan dengan nilai ECC yang tesimpan saat penulisan. jika nilainya berbeda maka dipastikan ada sektor yang terkorup.

Agar dapat menyimpan data, OS harus menyimpan struktur datanya dalam disk tersebut. proses itu dilakukan dalam dua tahap, yaitu partisi dan logical formatting. partisi akan membagi disk menjadi beberapa silinder yang dapat diperlukan secara independen. logical formatting akan membentuk sistem berkas yang disertai pemetaan disk. terkadang sistem berkas ini dirasakan menggangu proses alokasi suatu data, sehingga diadakan sistem partisi yang tidak mengikutkan pembentukan sistem berkas, sistem raw disk

Gambar 20.1. Format sektor

Format sektor

Walaupun ukuran sektor dapat diatur pada proses formatting, namun kebanyakan disk memiliki sektor dengan ukuran 512 byte dengan alas an bahwa beberapa OS dapat menangani ukuran sektor 512. namun kemungkinan juga untuk memformat sektor dengan ukuran misalnya 256 bytes atau 1024 bytes. Jika ukuran sektor semakin besar, itu artinya semakin sedikit jumlah sektor yang dapat dibuat, begitupun sebaliknya. Bagian preamble mengandung bi-bit yang berisi informasi yang akan dikenali oleh hardware misalnya tentang informasi nomor silinder atau sektor.

Proses formatting sendiri sebenarnya terdiri dari dua proses utama, yaitu partisi dan logical formatting. Proses partisi akan membagi disk menjadi beberapa silinder sehingga silinder-silinder tersebut akan diperlakukan secara independen seolah-olah mereka adalah disk yang saling berbeda. Sedangkan proses logical formatting akan membentuk sebuah berkas system beserta pemetaan disk

.

Perlu diingat bahwa beberapa OS memberlakukan berkas system khusus yang berbeda satu sama yang lain. Sehingga mungkin saja dirasakan mengganggu proses alokasi data. Hal ini dapat disiasati dengan system partisi lain yang tidak mengikutkan pembentukan file system, yang disebut raw disk (raw partition). Sebagai contoh, pada Windows XP ketika kita membuat sebuah patisi tanpa menyertakan suatu berkas system ke dalamnya maka partisi tersebut dapat disebut sebagai raw partition.