Setelah berkas dibuat, berkas tersebut dapat digunakan sebagai M/K.
Pertama-tama, berkas tersebut harus dibuka.
Perintah open()
memberikan nama berkas kepada sistem, lalu sistem mencari direktori
untuk nama yang diberikan tadi.
Perintah open
mengembalikan sebuah pointer
ke entry
yang bersesuaian.
Pointer inilah yang
kemudian akan digunakan untuk operasi-operasi pada berkas.
File Pointer . Dalam sistem yang tidak memasukkan file offset sebagai bagian dari system call read dan write, sistem harus mengetahui lokasi terakhir dari read dan write sebagai current-file-posistion pointer. Pointer dari tiap proses pada file sifatnya unik.
File Open Count . Ketika sebuah berkas ditutup, sistem operasi harus bisa menggunakan lagi tabel entry open-file agar entry dalam tabel tersebut tidak habis. Karena suatu berkas dapat dibuka oleh berbagai proses, sistem harus mengunggu hingga seluruh proses yang menggunakan berkas tersebut selesai untuk bisa menghapus entry di tabel open-file.
Disc Location of the File . Kebanyakan operasi yang kita lakukan akan mengubah data di dalam berkas. Oleh karena itu, informasi yang diperlukan untuk menentukan lokasi berkas di dalam disk disimpan di memori untuk mecegah pembacaan berulang dari disk untuk setiap operasi.
Access Right . Tiap proses membuka berkas dalam access mode . Informasi ini disimpan pada tabel per-process sehingga sistem operasi dapat mengijinkan atau menolak permintaan M/K.