Memory Mapped Files

Mengakses file pada disk secara sequential menggunakan system call open(), read(), write(). Cara lain untuk mengakses file pada disk adalah dengan menggunakan memori virtual. Cara ini diberi nama memory mapping yang memperbolehkan sebagian memori virtual dihubungkan kepada file.

Memory-mapped file dapat dilakukan dengan memetakan blok dari disk ke halaman di memori. Proses membaca dan menulis file dapat dilakukan dengan akses ke memori sehingga lebih mudah dibandingkan dengan menggunakan system call.

Memodifikasi file yang dipetakan pada memori tidak harus langsung meng-update hasil modifikasi tersebut pada file di disk. Beberapa system meng-update file fisik jika sistem operasi menemukan halaman pada memori telah diubah. Hal ini dilakukan secara periodik oleh sistem operasi. Ketika file ditutup maka semua data pada memori ditulis ke disk dan dibuang dari memori virtual.

Pada beberapa sistem operasi pemetaan memori menggunakan system call yang khusus sedangkan untuk menjalankan proses M/K file menggunakan standard system call. Akan tetapi, beberapa sistem operasi justru tidak membedakan apakah file yang akan dimodifikasi tersebut ditujukan untuk memory-mapped atau tidak, contohnya adalah Solaris yang menganggap semua file yang akan dimodifikasi adalah file yang akan dipetakan ke memori.

Banyak proses diperbolehkan untuk memetakan file yang akan dipergunakan secara bersama-sama. Data yang dimodifikasi oleh sebuah proses dapat terlhat oleh proses lain yang dipetakan ke bagian yang sama. Memori virtual memetakan setiap proses pada halaman yang sama di memori fisik yang mengandung salinan file di disk. System call memory-mapped juga mendukung copy-on-write.

Proses untuk berbagi memory-mapped file tidak sama dengan proses berbagi memori di beberapa sistem operasi. Pada sistem UNIX dan Linux memory-mapped dilakukan oleh system call mmap(), sedangkan untuk berbagi memori digunakan system call shmget() dan shmat(). Pada Windows NT, 2000, dan XP berbagi memori dilakukan dengan memory-mapped file. Pada cara ini setiap proses dapat berbagi memori dengan proses yang memetakan file yang sama ke memori. Memory -mapped file berlaku sebagai bagian memori yang digunakan bersama-sama oleh beberapa proses.

Berbagi memori menggunakan memory-mapped file pada Win32 API awalnya dengan memetakan file ke memori dan membuat view untuk file tersebut di setiap memori virtual milik proses. Proses lain dapat membuat view pada file tersebut. File yang dipetakan itu mewakili objek dari shared-memory yang memungkinkan proses untuk berkomunikasi.

Pada hal yang berhubungan dengan M/K, register berperan dalam mengendalikan perintah dan data yang akan di transfer. Untuk kenyamanan yang lebih maka digunakan M/K memory-mapped. Pada cara ini alamat memori dipetakan pada device register. Modifikasi pada alamat memori menyebabkan data ditransfer dari/ke device register. Cara ini digunakan untuk alat dengan response time yang cepat.

Cara ini juga digunakan untuk serial port dan pararel port yang menghubungkan modem dan printer. CPU mentransfer data melalui M/K port, ketika mengirim string panjang, CPU akan akan menulis data pada register dan mengeset bit yang menandakan bahwa data telah tersedia. Ketika data tersebut dibaca oleh alat misalkan modem maka bit akan di set kembali yang menandakan modem siap untuk data selanjutnya, lalu CPU mengirim data lagi. Jika CPU menggunakan polling untuk mengecek bit control, program ini disebut programmed I/O (PIO). Jika CPU tidak menggunakan polling tetapi menerima interupsi ketika alat telah siap menerima data maka transfer ini disebut interrupt driven.