Rangkuman

Memori merupakan salah satu sumber daya yang penting dalam pengeksekusian sebuah proses. Agar suatu proses dapat dieksekusi, ia harus terletak di dalam memori sebelum CPU mengambil instruksi-instruksi pada alamat yang ditunjuk oleh program counter.

Swapping menukarkan sebuah proses keluar dari memori untuk sementara waktu ke sebuah penyimpanan sementara (biasanya berupa sebuah fast disk dengan kapasitas yang dapat menampung semua salinan dari semua gambaran memori serta menyediakan akses langsung ke gambaran tersebut) dengan sebuah proses lain yang sedang membutuhkan sejumlah alokasi memori untuk dieksekusi. Swapping roll out, roll in menggunakan algoritma berbasis prioritas dimana ketika proses dengan prioritas lebih tinggi tiba maka memory manager akan mengeluarkan proses dengan prioritas yang lebih rendah serta memasukkan proses dengan prioritas yang lebih tinggi tersebut.

Pemetaan memori memetakan alamat logis yang dihasilkan CPU ke alamat fisik yang nantinya akan dibawa ke memori pada saat akan dieksekusi.Pada pemetaan memori ini terdapat limit register yang terdiri dari rentang nilai alamat logis (range of logical address). Dengan adanya limit register dan register relokasi, tiap alamat logis haruslah lebih kecil dari limit register. Proses pemetaan dilakukan oleh MMU (Memory Management Unit) dengan menjumlahkan nilai register relokasi ke alamat logis

Partisi memori ada dua jenis yaitu statis (tetap) dan dinamis (berubah-ubah). Pada partisi dinamis ada beberapa teknik untuk memenuhi permintaan berukuran n dengan lubang-lubang yang tersedia yaitu first fit (menemukan lubang pertama yang cukup besar), next fit (sama seperti first fit namun pencarian tidak dari awal), best fit (lubang terkecil yang cukup), dan worst fit (lubang terbesar yang ada dalam daftar).

Fragmentasi merupakan peristiwa munculnya lubang-lubang kecil yang tidak cukup menampung permintaan proses. Terdiri dari dua jenis, yaitu eksternal (biasanya pada partisi dinamis dengan total kapasitas lubang-lubang cukup menampung sebuah proses namun letaknya terpisah-pisah, solusinya dengan penghalaman, segmentasi dan pemadatan) serta internal (biasanya pada partisi tetap dengan adanya kapasitas sisa sebuah lubang yang tidak dapat digunakan karena menjadi milik proses yang dialokasikan lubang tersebut).

Berbagi halaman memungkinkan beberapa proses untuk mengakses kode yang sama namun dengan data yang berbeda-beda. Hal ini jelas akan mengurangi jumlah ruang memori yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan beberapa proses tersebut.