Daftar Isi
Transaksi merupakan sekumpulan instruksi atau operasi yang menjalankan sebuah fungsi logis. Salah satu sifat yang harus dimiliki oleh transaksi adalah keatomikan. Sifat ini menjadikan suatu transaksi sebagai suatu kesatuan sehingga pengeksekusian instruksi-instruksi di dalamnya harus dijalankan secara keseluruhan atau tidak dijalankan sama sekali. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kesalahan hasil eksekusi bila operasi-operasi yang ada dijalankan hanya sebagian saja.
Transaksi atomik dapat diilustrasikan pada kasus transfer uang antar rekening. Pada kasus ini, setidaknya akan dilakukan dua buah operasi, yaitu debit pada rekening pengirim dan kredit pada rekening penerima. Kedua buah operasi tersebut harus dijalankan keseluruhan untuk menjaga agar data pada penerima dan pengirim uang konsisten. Bila hanya salah satu operasi saja yang dilakukan, misalnya hanya dilakukan operasi debit pada rekening pengirim, maka pada sisi pengirim akan merasa bahwa ia telah melakukan transfer uang padahal di sisi penerima merasa belum menerima uang yang ditransfer. Dengan demikian, akan terjadi kesalahpahaman di antara kedua pihak.
Untuk mempertahankan sifat keatomikan suatu transaksi, maka operasi-operasi yang sudah dijalankan hasilnya harus disimpan sementara agar bila terjadi kegagalan sistem, transaksi dapat dibatalkan (belum ada data yang berubah). Bab ini akan membahas mengenai bagaimana sistem operasi mempertahankan sifat atomik dari transaksi, yaitu mengenai proses penyimpanan hasil eksekusi instruksi dan mengenai transaksi-transaksi atomik yang dijalankan secara bersamaan agar tetap bersifat atomik.
[Bacon2003] 2003 . Operating Systems : Concurrent And Distributed Software Design. First Edition. Addison Wesley.
[WEBWIKI2007] 2007 . Serializability – http://en.wikipedia.org/wiki/Serializability. Diakses 06 Maret 2007.