Algoritma Tukang Roti adalah solusi untuk masalah critical section pada n-buah proses. Algoritma ini juga dikenal sebagai Lamport's Baker Algorithm. Ide algoritma ini adalah dengan menggunakan prinsip penjadwalan seperti yang ada di tempat penjualan roti. Para pelanggan yang ingin membeli roti sebelumnya harus mengambil nomor urut terlebih dahulu dan urutan orang yang boleh membeli ditentukan oleh nomor urut yang dimiliki masing-masing pelanggan tersebut.
Prinsip algoritma ini untuk menentukan proses yang boleh mengakses critical section sama seperti ilustrasi tukang roti diatas. Proses diibaratkan pelanggan yang jumlahnya n-buah dan tiap proses yang membutuhkan critical section diberi nomor yang menentukan proses mana yang diperbolehkan untuk masuk kedalam critical section. Nomor yang diberikan adalah sekuensial atau terurut, tapi seperti juga nomor urut yang ada di tukang roti, tidak ada jaminan bahwa tiap proses mendapat nomor urut yang berbeda. Untuk mengatasinya digunakan parameter lain yaitu proses ID. Dikarenakan tiap proses memiliki proses ID yang unik dan terurut maka dapat dipastikan hanya satu proses yang dapat mengakses critical section dalam satu waktu. Proses yang dapat mengakses critical section terlebih dahulu adalah proses yang memiliki nomor urut paling kecil. Apabila ada beberapa proses yang memiliki nomor yang sama maka proses yang mempunyai nomor ID paling kecil yang akan dilayani terlebih dahulu.